Pelayanan RSUD Dolok Sanggul Lamban
Dolok Sanggul-Pelayanan rumah sakit umum daerah (RSUD) Dolok
Sanggul dinilai lamban dan kerap menelantarkan paisien dalam tindakan medis.
Hal ini disebut dan dialami keluarga DR bersama istrinya WA pengguna BPJS yang
namanya minta diinisialkan ketika istrinya mengalami keguguran kandungan
berusia 12-13 minggu.
DR, warga Perumnas, Desa Huta
Gurgur, Dolok Sanggul ini menuturkan, awalnya, Senin (2/11) sekitar pukul 4
dini hari, DR membawa istrinya WA ke RSUD dengan keluhan pendaharahan.
“Pendarahan itu sudah berlangsung 2 jam sebelumnya, barulah pada pukul 5 pagi
dr Pantas melakukan USG, hasilnya, kata dokter ketika itu janinnya masih baik
dan memiliki detak jantung. Namun karena WA memiliki penyakit diabetes,
harus terlebih dahulu dikonsultasikan dengan bagian penyakit dalam,” katanya,
Rabu (4/11) di Dolok Sanggul, seraya membeberkan, ketika itu dr Pantas hanya
memberikan obat penguat rahim.
Kata DR lagi, bagian penyakit
dalam, dr Martin ketika itu hanya menyarankan penggunaan suntikan insulin untuk
menurunkan kadar gula yang hasil pemeriksaan saat itu mencapai 252. Namun
disayangkan, pada malam harinya sekitar pukul 20 Wib janin yang diharapkan tadi
jatuh (abortus).
“Bidan disana bermarga Tumorang
langsung menghubungi dr Pantas serta menyebut bahwa harus dilakukan
tindakan medis lanjutan. Dan tindakan medis (kuretase) tadi dijadwalkan malam
itu juga. Tapi, kami tunggu dokter tadi tidak datang. Justru Selasa siang
sekitar Jam 13 dr Pantas muncul serta minta maaf dengan alasan hujan,”
sebutnya, sambil menyesalkan alasan hujan sebagai kamuflase padahal rumah dinas
sang dokter berada dilingkungan RSUD.
DR juga memohon agar pendarahan
yang dialami istrinya diantisipasi dengan terapi obat. Jawaban yang diterimanya
ketika itu, obat pendarahan akan diberikan pasca tindakan kuret. “Begitu
jawaban bidan ketika itu,” imbuhnya.
Ironisnya, pengakuan DR hingga
usai kuret, dr Martin tidak pernah lagi melakukan visite pada istrinya
sampai Rabu (4/11) Siang. “Kuret dilakukan Rabu Jam 5 pagi. Saat itu dr
Pantas juga minta maaf lagi dan menyebut, akan belajar dari kesalahan. Bahkan
mundurnya jadwal kuret katanya beralasan, karena kadar gula istrinya masih
tinggi sementara kuret dilakukan ketika kadar gula dibawah 200,” tukasnya.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia
(IDI) Humbahas, dr Sugiharto, Kamis (5/11) dihkonfirmasi melalui sellulernya
mengatakan untuk melakukan tindakan medis biasanya harus terlebih dahulu
diketahui apakah dibutuhkan prosedur khusus. "Kuret itu berbahaya, kuret
artinya mengeluarkan semua yang ada dari rahim. Jadi jika sipasien tidak fit
itu membahayakan pasien. Kalaupun keadaannya secara umum masih buruk, tindakan
kuret tidak bisa dilakukan," katanya.
Sugiharto juga
menjelaskan jika pasien mengalami gula tinggi harus diturunkan terlebih dahulu
sebelum tindakan kuret dilakukan. "Insulin yang disuntikan dengan
pemakaian 3 kali suntik sehari, gula darah sudah turun. Namun permasalahan
medis bukan hanya pada gula darah termasuk status tensi maupun yang
lainnya," katanya. (ANDI SIREGAR)
youtube 4.1.5 - VIRTUAL DREAMING - Videoodl.cc
BalasHapusyoutube 4.1.5 is a video games site that provides free convert youtube video to mp3 online video gaming services such as the likes of NetEnt, Microgaming,