Kamis, 05 November 2015

Masyarakat Kecewa

Pelayanan RSUD Dolok Sanggul Lamban
Dolok Sanggul-Pelayanan rumah sakit umum daerah (RSUD) Dolok Sanggul dinilai lamban dan kerap menelantarkan paisien dalam tindakan medis. Hal ini disebut dan dialami keluarga DR bersama istrinya WA pengguna BPJS yang namanya minta diinisialkan ketika istrinya mengalami keguguran kandungan berusia 12-13 minggu.
DR, warga Perumnas, Desa Huta Gurgur, Dolok Sanggul ini menuturkan, awalnya, Senin (2/11) sekitar pukul 4 dini hari, DR membawa istrinya WA ke RSUD dengan keluhan pendaharahan. “Pendarahan itu sudah berlangsung 2 jam sebelumnya, barulah pada pukul 5 pagi dr Pantas melakukan USG, hasilnya, kata dokter ketika itu janinnya masih baik dan memiliki detak jantung. Namun karena WA memiliki  penyakit diabetes, harus terlebih dahulu dikonsultasikan dengan bagian penyakit dalam,” katanya, Rabu (4/11) di Dolok Sanggul, seraya membeberkan, ketika itu dr Pantas hanya memberikan obat penguat rahim.
Kata DR lagi, bagian penyakit dalam, dr Martin ketika itu hanya menyarankan penggunaan suntikan insulin untuk menurunkan kadar gula yang hasil pemeriksaan saat itu mencapai 252. Namun disayangkan, pada malam harinya sekitar pukul 20 Wib janin yang diharapkan tadi jatuh (abortus).
“Bidan disana bermarga Tumorang langsung menghubungi dr Pantas  serta menyebut bahwa harus dilakukan tindakan medis lanjutan. Dan tindakan medis (kuretase) tadi dijadwalkan malam itu juga. Tapi, kami tunggu dokter tadi tidak datang. Justru Selasa siang sekitar Jam 13 dr Pantas muncul serta minta maaf dengan alasan hujan,” sebutnya, sambil menyesalkan alasan hujan sebagai kamuflase padahal rumah dinas sang dokter berada dilingkungan RSUD.
DR juga memohon agar pendarahan yang dialami istrinya diantisipasi dengan terapi obat. Jawaban yang diterimanya ketika itu, obat pendarahan akan diberikan pasca tindakan kuret.  “Begitu jawaban bidan ketika itu,” imbuhnya.
Ironisnya, pengakuan DR hingga usai kuret, dr Martin tidak pernah lagi melakukan visite pada istrinya sampai  Rabu (4/11) Siang. “Kuret dilakukan Rabu Jam 5 pagi. Saat itu dr Pantas juga minta maaf lagi dan menyebut, akan belajar dari kesalahan. Bahkan mundurnya jadwal kuret katanya beralasan, karena kadar gula istrinya masih tinggi sementara kuret dilakukan ketika kadar gula dibawah 200,” tukasnya.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Humbahas, dr Sugiharto, Kamis (5/11) dihkonfirmasi melalui sellulernya mengatakan untuk melakukan tindakan medis biasanya harus terlebih dahulu diketahui apakah dibutuhkan prosedur khusus. "Kuret itu berbahaya, kuret artinya mengeluarkan semua yang ada dari rahim. Jadi jika sipasien tidak fit itu membahayakan pasien. Kalaupun keadaannya secara umum masih buruk, tindakan kuret tidak bisa dilakukan," katanya.
Sugiharto juga menjelaskan jika pasien mengalami gula tinggi harus diturunkan terlebih dahulu sebelum tindakan kuret dilakukan. "Insulin yang disuntikan dengan pemakaian 3 kali suntik sehari, gula darah sudah turun. Namun permasalahan medis bukan hanya pada gula darah termasuk status tensi maupun yang lainnya," katanya. (ANDI SIREGAR)

1 komentar:

  1. youtube 4.1.5 - VIRTUAL DREAMING - Videoodl.cc
    youtube 4.1.5 is a video games site that provides free convert youtube video to mp3 online video gaming services such as the likes of NetEnt, Microgaming,

    BalasHapus